Search This Blog

Kamis, 15 Desember 2011

PERJALANAN PANJANGKU

Masa Kecilku

Namaku adalah “Fendi” aku terlahir dengan nama lengkap ”Dwi Fendi Lesmana”, adalah desa sumber makmur tempat aku lahir pada hari kedelapan bulan april tahun 1993, sebuah desa transmigrasi  dari kec. tapung di Riau yang dihuni berbagai warga yang berasal dari macam-macam daerah dari pulau jawa dan sumatera. Aku adalah anak kedua dari 3 bersaudara. Bapaku bernama “sumaryono” dan Ibuku bernama “Sumini Rahayu” mereka adalah orang terbaik dalam hidupku.

Desa Transmigrasi itu bernama Sumber Makmur, Sebelum adanya transmigrasi, dulunya disana adalah hutan belantara, jadi saat program transmigrasi dari pemerintahan bapak Soeharto telah berjalan masih banyak di temui masyarakat bermacam-macam binatang liar seperti gajah, harimau sumatera beruang dan banyak monyet-monyet yang sering datang berlalu lalang di sekitar lingkungan masyarakat. Aku jadi teringat saat umur ku masih sekitar 3 tahunan aku pernah berpikir di kejar monyet besar di belakang rumah, aku ketakutan saat itu dan berlari masuk kedalam rumah sambil menangis, haha aku tertawa mengingat itu, padahal monyet itu sendiri lari menjauh.

Tidak banyak yang aku ingat kehidupan masa itu, yang jelas aku merasa bahagia tinggal disana. Kemudian sekitar tahun 1996 bapaku berencana ingin menetap di Jombang jawa timur bersama saudara-saudaranya dan kakek dan neneku. Aku di bawa orang tuaku ke jombang tepatnya di desa cangkring randu kecamatan perak. Disana aku tinggal dengan kakek (mbah samsi) dan neneku (mbok tomblok) (orangtua ibuku), rumahnya masich tradisional sekali dindingnya saja terbuat dari cerkak (sebuh dinding yang di anyam dari bamboo) lalu beratapkan gabah (anyaman daun padi) dan berlataikan tanah hitam yang di tinggikan dari dataran tanah di sekitarnya.

 Mereka sangat menyukaiku “nang ning ning nang ning nong” begitulah seterusnya mereka saat memomongku, terkadang aku dinyanyikan lagu-lagu bahasa jawa oleh mereka. Saat itu bapaku bekerja sebagai asongan di sebuah di stasiun KAI jurusan Surabaya-Blitar.  Aku sering di ajak naik kreta api dengan bapaku sebelum sekolah dulu. Lokasinya tidak jauh dari rumah mbah kakungku di desa Nggeneng, disana ada sepupuku anak dari pak de WAR, namanya Tanto dan adiknya yang sebaya denganku Tanti. Aku juga sering bermain dengan mereka juga mbakku.

Setengah tahun berlalu bapaku mengajak kami pindah ke perumahan “Denanyar” yaitu perumahan untuk pensiunan militer milik mbah kong/mbah kakung (bapaknya bapaku). Semuanya ikut terkecuali mbak ida (kakaku maida fajarini lengkapnya), dia tidak ikut di karenakan dia harus melanjutkan pendidikan dasar di SDN cangkring randu II, hanya saja dia 2 minggu sekali dating ke den anyar di saat hari libur sekolah. Kami pindah untuk sementara waktu sampai rumah yang sedang di bangun di belakang rumah neneku rampung.

Sekitar tahun 1998 bapaku pergi ke sumatera mengurus tanah pekarangan seluas 2 hektar dan rumah yang ada di tanah itu yang akan di sewakan statusnya kepada Slamet. Setahun bapaku di sumatera saat itu aku mulai masuk sekolah di sebuah “Taman Kanak-kanak R.A miftahul-huda” temuwulan, perak-jombang.
Setiap hari aku di antar dan di jemput menggunakan sepeda ontel. Aku duduk di belakang, dan kakiku di ikat dengan jarik di dekat tempat duduk supir, agar kakiku tidak masuk ke dalam jari-jari sepeda, karna sebelumnya kakiku pernah masuk kedalam jari-jari sebelum bapaku ke sumatera. Proses antar jemput itu dilakukan terus selama 2 caturwulan (8 bulan), setiap hari setelah mengantarku ibuku menyempatkan diri mampir ke rumahnya mbok (neneku), sambil menunggu aku pulang sekolah.
1999 bapaku sudah pulang dari sumatera, dia mengajak kami pindah ke rumah yang di bangun, belum jadi sih.. tapi 60% sudah bisa di tempati, lalu dana yang di dapat dari sewa rumah itu di pakai untuk hutang pembangunan rumah itu.
Umumnya anak TK disana 2 tahun, aku malah lulus dalam waktu satu tahun, karena saat itu aku sudah bias mengeja tulisan dan bisa menangkap pelajaran dengan cepat, selain itu aku sudah iqra’ 2 saat masich TK, aku tidak lulus sebagai yang terbaik, mungkin karena aku sering tidak datng karena sakit, sehingga aku harus berganti nama, tetap dengan nama panggilanku ”fendi” nama di ijazah TK dan akte kelahiranku di tuliskan nama “Fendi Sugiharto”.
Kemudian aku melanjutkan sekolah di SDN CANGKRING RANDU, tetap dengan 1 kepala sekolah SD itu di bagi menjadi 2 bagian yang I dan II. SD itu di pisahkan dengan Sebuah Lapangan Bola.Saat mengambil undian ternyata aku dapat undian bertuliskan ‘2’, yang artinya Lokalku satu atap dengan kakaku,
Aku terus mengalami peningkatan dalam belajar, yaah Alhamdulillah walupun tidak juara minimal 10 besar selalu kudapat. 1 hal yang selalu aku ingat saat masich sd, ketika aku di TK aku sering berkelahi dan aku jarang menangis, tapi saat SD akulah murid paling cengeng, aku sering di jailin sama Ersa, badanya hitam seperti orang papua, rambutnya ikal perutnya buncit, dah gitu bajunya kotor terus.
Tidak seperti saat TK, kali ini aku semangat saat masuk SD karena aku 1 kelas dengan Evinia Kristanti,menurutku dia adalah wanita tercantik saat itu. Aku jadi inget kejadian yang mestinya gak aku lakuin waktu itu, aku sering brantem dengan ketua kelas Ganda Pradana dan wakilnya Rama Aditya,
mereka juga suka sama Evi. Ya biasa korban tv, suatu hari pernah ngancem ganda g usah deket-deket sama evi, eh malah aku di buat nangis, malu banget tau nggak, dah lah nangis, evinya malah ngebela ganda.
Tapi, yang ngak terlupakan, waktu pelajaran penjaskes si evi sakit trus aku yg nmeni di UKS. Wah seneng banget, disitu perttama kali aku banyak ngobrol sama evi. Evi adalah sosok yang berarti bagiku, sehari aja dia gak masuk sekolah besoknya aku demam, ini beneran loh bukan bo’ongan. Hmmp aq g tw dia masich inget aku atau tidak sekarang. Aq juga gak tw seperti apa wajahnya sekarang , tapi  barang pemberian dia ku simpen trus sampe sekarang, tapi tinggal kelereng aja, sapu tanganya hilang.
Hari-hariku ku lewati dengan kebahagian meskipun orang tuaku susah. Tapi aku beruntung mempunyai teman-temanku yang baik hati, aku ingin terus mengingat mereka walaupun aku mungkin sekarang tidak bisa bertemu dengan mereka karena jarak yang sangat jauh, aku ingin menuliskan nama-nama mereka, Karis adalah sahabatku kami sering mencari sringingi bersama-sama. Deni  adalah sahabat yang paling lemot orangtuanya juga waga trnsmigrasi di daeah dumai, sandro dia adalah sahabatku di kelas, dia adalah anak orang kaya aku sering di ajak jalan-jalan dengan orangtuanya, sandro bisa di bilang agak lambat berfikir makanya aku sering  datang ke rumahnya ngajarin dia ngerjain pr.
Sampai pada akhirnya  tahun 2002 aku harus pindah ke Riau, karena suatu hal yang berhubungan dengan sewa tanah itu, aku menyesalkan ini, mengapa harus ada pertemuan jika akhirnya harus di pisahkan, aku meninggalkan desa cangkring randu, aku meninggalkan semua kenangan indah, aku meninggalkan orang-orang yang ku sayang, kedua kakek dan neneku, teman-temanku, sahabat-sahabatku, terutama Evinia Kristanti, yang kemungkinan besar aku tak akan pernah lagi aku bisa melihat mereka dan aku akan dilupakan.
Ini semua karena ulah Slamet yang membuat hidup kami jadi mondar-mandir  begini. Bagaimana ini tidak karenanya, tanah yang di sewakan itu awalnya adalah berstatus sewa, dengan total biaya sewa selama 5 tahun Rp.20.000.000, tapi ternyata otak slamet begitu licik dan picik, dia mengakui kepada warga sumber makmur bahwa tanah itu telah dibelinya seharga diatas. Orangtuaku terlambat mengetahuinya, ternyata sebelum slamet menyatakan tanah itu miliknya dia sudah bekerja sama dengan ketua Rt saat itu (margi) dan ketua Rw (bp.Edi) mereka sudah menancapkan tanda tanganya atas surat balik nama atas tanah, begitupun dengan bapaku, tinggal satu tanda tangan lagi yaitu tanda tangan ibuku maka tanah itu akan berpindah tangan.

to be continue

Kamis, 10 November 2011

KEAJAIBAN ASMA ALLAH


Oleh : Fendi  Sugiharto
 
follow my twitter : @vendiii
Facebook : Muhammad fendi sugiharto
Email : Fendis93@gmail.com

Assalamu a'laikum warahmatullahi wabarakaatuh
semua kekuatan adalah miliki Allah yang dirinci dalam 99 namanya dan berpusat pada Dzat nya.
setiap nama Nya menunjukkan kekuatannya.. maka kita gunakan namanya untuk mengakses kekuatan Allahh, yaitu dengan sadar dan meyakini
sebagai contoh pada pidato bung tomo pada saat peperangan di surabaya..
berikut cuplikan dan teks pidato bung tomo
Sumber : http://www.youtube.com/watch?v=QhuzpgT2wj0
 TEXT PIDATO BUNG TOMO


Bismillahirrohmanirrohim..
MERDEKA!!!
Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia
terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya
kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini
tentara inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet
yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua

kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan
menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara jepang
mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan
mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera puitih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka

Saudara-saudara
di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan
bahwa rakyat Indonesia di Surabaya
pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku
pemuda-pemuda yang berawal dari Sulawesi
pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali
pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan
pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera
pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di surabaya ini
di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing
dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung
telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol
telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana
hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara-saudara
dengan mendatangkan presiden dan pemimpin2 lainnya ke Surabaya ini
maka kita ini tunduk utuk memberhentikan pentempuran
tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri
dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya

Saudara-saudara kita semuanya
kita bangsa indonesia yang ada di Surabaya ini
akan menerima tantangan tentara inggris itu
dan kalau pimpinan tentara inggris yang ada di Surabaya
ingin mendengarkan jawaban rakyat Indoneisa
ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indoneisa yang ada di Surabaya ini
dengarkanlah ini tentara inggris
ini jawaban kita
ini jawaban rakyat Surabaya
ini jawaban pemuda Indoneisa kepada kau sekalian
hai tentara inggris
kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu

 kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu
kau menyuruh kita membawa senjata2 yang telah kita rampas dari tentara jepang untuk diserahkan kepadamu
 tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita
untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada
tetapi inilah jawaban kita:

selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah
yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih
maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga

Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah! keadaan genting!
tetapi saya peringatkan sekali lagi
jangan mulai menembak
baru kalau kita ditembak
maka kita akan ganti menyerang mereka itu kita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka
Dan untuk kita saudara-saudara
lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka
semboyan kita tetap: merdeka atau mati!
Dan kita yakin saudara-saudara
pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita
sebab Allah selalu berada di pihak yang benar
percayalah saudara-saudara
Tuhan akan melindungi kita sekalian


Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
MERDEKA!!!

Postingan Populer

Gallery

Follow us on FaceBook

Followers