Diceritakan Oleh Muhammad Fendi Sugiharto
Assalamualaikum reader,
lama juga saya gak berbagi lagi disini,,, hari ini saya gak bakal berbagi
masalah tips-tips,, tapi saya ingin curcol kepada para reader tentang perjalanan
asmara ku.
Mencintai adalah suatu pekerjaan yang sulit menurutku,
dia datang seiring perasaan yang tumbuh bagaikan tanaman dan mengalir seperti air. Cinta adalah suatu beban
bagi yang orang-orang yang kebal, kebal karena belum mampu menyampaikan
perasaanya. Ada yang bilang cinta itu rumit ada juga yang bilang cinta itu
anugrah, dan hari ini aku sudah mendapatkan jawabanya. Cinta itu akan rumit
jika tidak adanya pengertian, tidak adanya kasih sayang, dan tidak adanya
balasan cinta dari orang yang kita harapkan. Namun cinta itu akan menjadi
anugrah ketika kita bisa menyampaikan aspirasi kita kemudian saling berbagi,
dan di akhiri dengan komitmen.
Berbicara soal cinta, aku mau cerita nih, aku pingin ceritain sedikit tentang perjalanan asamaraku, jadi jatuh cinta, hmmp... aku sudah mengalaminya sejak aku
berumur 3 atau mungkin saat itu berumur 4 tahun. Evinia Tristanti dia adalah
cinta pertamaku, yah dia cinta pertamaku tapi aku belum tentu cinta pertamanya.
Rumah kami berdekatan setiap hari ibuku selalu mengantarkan aku pergi sekolah
melewati rumahnya. Aku belum mengerti apa itu cinta saat itu tapi aku sudah bias
merasakan kehadiranya, perasaan Tertarik, Kagum, Suka pun ku alami, kurasakan
rindu di saat aku tidak berada didekatnya. Aku selalu menghayalkan bersamanya
disaat aku akan terlelap.
Tapi
sayangnya tak lama saat aku berumur 8 tahun aku bersama orang tuaku hijrah ke
RIAU, di tanah tempat aku dilahirkan sebelum akhirnya aku dibawa ke jombang dan
kembali lagi kesana. Aku hanya menyimpan sapu tanganya yang ku ambil saat aku
menemaninya di UKS sekolah saat itu. Hanya itu satu-satunya yang kupunya
darinya, karena itu aku sedih dan menyesal saat sapu tangan itu hilang. Yah mungkin
itu yang dinamakan cinta, akupun tidak tahu pastinya.
Jarak
yang jauh tanpa komunikasi juga dalam waktu yang sangat lama. Saat itu belum
ada handphone hanya ada telephone umum, tapi aku pun menghilangkan nomor
telephone nya. Aku sempat mengiriminya surat bersamaan dengan bapaku yang juga
mengirim surat untuk kakek dan neneku. Tapi saat tiba surat balasan dari neneku
aku tidak menemukan surat darinya, dan aku hanya bertanya-tanya masihkah dia
ingat akan aku.
Sampai
pada akhirnya secara perlahan aku mulai terbiasa tinggal di riau, oh iy aku
punya kebiasaan suka sama satu orang di setiap jenjang sekolah ku. Nih aku ceritain
lagi ya. Saat aku SD kelas III aku baru pindah dari jombang, di hari pertama
aku sekolah ada 2 anak lainya yang juga merupakan siswa baru. Satu laki-laki
satu perempuan. Aku ngak tau banyak anak cewek cantik dan aku malah suka sama
anak baru sih hitam manis ini. Yah saat itu dia memang hitam manis tapi seiring
berjalanya waktu dia jadi kembang kelas, dia yang manja, pintar dan cantik
membuat banyak teman-teman kelas bahkan dari sekolah luar suka sama dia.
Di
kelas V SD aku pernah mengukir kata “I LOVE YOU” di atas mejanya, aku seneng keesokan
harinya dia malah ketawa-ketwa sendiri ngebacanya, tapi sayng dia gak tau itu
aku.
Singkat
cerita si asri setelah lulus SD dia pindah ke medan, yah aku kembali lagi
kehilangan semangatku, satu semester memasuki masa SMP masih terasa hambar,
walaupun ada sejarah disana, hahah selama semester I di kelas 7 SMP aku dua
kali di tembak cewek, sekarang aku udah lupa wajahnya tapi aku masih ingat
namanya. Ya tapi intinya masih HAMBAR.
Semester
I berlalu, lalu memasuki awal januari 2006 aku pindah sekolah ke SMP desa
sebrang di gading sari, aku di tempat kan di kelas I C tempat di mana
cewek-cewek dari yang cakep sampek yang paling cantik, dari yang kurus sampek
yang paling jumbo hahah, dari yang biasa aja sampe yang paling seksi ngumpul di
kelas ini. Tapi aku hanya sebatas tertarik.
Seminggu
statusku masih anak baru, aku di tunjuk temen-temen untuk mengisi imtaq
perwakilan kelas Ic. Di saat itulah hari yang sangat menggembirakan, semangatku
kembali hadir, dia membuat aku sangat bersemangat menggoes sepedaku dari sumber
makmur ke gadingsari. Aku mulai memperhatikanya dan aku sudah banyak tau
tentang nya. Tapi aku punya teman dia pernah berkata bahwa dia juga menyukai
wanita yang sama, nggak tau kenapa hati aku sakit meski pada akhirnya aku
mundur karena aku lebih mementingkan persahabatan.
Singkat
cerita kisah asmaraku yang paling menyakitkan dan yang paling menyenangkan adalah dimasa SMA. Aku piker akan seperti
sebelum-sebelumnya aku gak akan bias lupa dengan wanita yang kusuka dengan
cepatnya namun kali ini berbeda, hari pertama aku ke Smantita ialah saat aku
dan teman-teman aku mengambil formulir pendaftaran. Aku melihat sosoknnya ada
seorang bocah yang sangat aku kagumi, hari itu aku langsung mlewati 2 fase
yaitu tertarik dan kagum, aku memasuki fase yang ke 3 yaitu s, aku memasuki
fase yang ke 3 yaitu suka.
Agak
males nyeritain yang ini intinya selama tiga tahun aku disana isi kepalaku
hanya dia. Bahkan aku pernah nolak cewek hanya karna aku suka sama sidia. Kelas
I Kelas II rasanya berwarnaaaaa banget kami kemana-mana maen bareng cabut
bareng, mbatalin puasa bareng-bareng, ngerjain guru, di hokum bareng, yah 80%
waktuku itu sama dia, aku udah deket banget sama orang tuanya, tapiii,, yang
sangat di sayangkan aku mulai sadar kalau aku itu sering dimanfaatin, kalo
jalan dia selalu curhat masalah cowoknya. Yah sebenernya gak masalah sih, karna
aku suka ndengerin kalo dia lagi cerita karna typenya yang manja dan mentelnya.
Aku
sempet merubah dia yang tadinya ngak sholat jadi shalat walu pun Cuma shalat
zuhur di sekolah.Tapi yang ngebuat aku amit-amit jabang bayi sama dia ini aku
pernah melarang dia sesuatu, ceritanya agak memalukan. Aku gak sanggup
nyeritainya. Yah intinya dia udah buat aku menyesal. Dia udah rusak dalam keadaan
sadar, padahal aku berharap aku bias ngejagain dia walaupun berstatus sahabatan
doank. Aku berusaha sebisa mungkin mundur sedikit demi sedikit. 3 bulan aku
diemin dia, dan sampailah saatnya konvoi kelulusan kami, kali ini aku melihatnya
sendiri dia berubah pesat, aku sampai berfikir apa dia masih punya malu atau
dimana letak harga dirinya. Aku hancur banget aku merasa sia-sia selama ini .
Fix masa sekolahku bersih dari kata pacaran, tapi aku
bersyukur karena dari situ aku bisa belajar banyak hal. ketika aku sudah
menggunakan kata tulus aku seolah buta dengan yang lain.
Pada
akhirnya 8 agustus 2011 jam 8. 48 malam aku meresmikan hubungan dengan pacar
pertamaku, namanya Ocha di bundaran cut nyak dien, suasana yang ramai kendaraan
dan remaja/I yang juga ikut nongkrong disana mewarnai malam itu. Hmmp… Dia anak
yang tomboy rambutnya suka di ikat kebelakang suka memakai baju kaos dengan ujung
lengan yang di lipat atau di double pakai kemeja yang gak di kancingkan juga
dengan 2 kali lipatan di bagian lenganya. Lalu sering pakai celana cowok dari
pada pakai celana cewe.
Si
gadis minang ini sangatlah unik bagiku dan susah di tebak, tapi aku berhasil
merubahnya jadi feminim, dia sangat cantik dengan gaya yg feminim, tapi
kemudian hanya 3 bulan kebersamaan ini aku pisah dari dia karena ya mungkin
karna kondisinya yang menjadi gadis feminim menjadi diminati orang ketiga.
Dua
hari setelah aku resmi putus dari ocha, aku kembali meresmikan pacar baruku
yang kedua, namanya indah chairunnisa, mengingat nama ini aku merasa bersalah
dan merasa sangat bodoh, saat itu bertepatan ospek jurusan di bangkinang aku
nembak indah di depan umum dengan puisi yang kubuat, awalnya hanya untuk
hukuman dari senior karena aku tidak membawa perlengkapan, kemudian aku berkata
aku akan baca puisi jika indah juga maju kesini, dia tidak menjawab saat itu
mungkin dia malu heheheheh, akhirnya di perjalanan menuju pulang dia bertanya
sesuatu tentang keseriusan puisi dan ungkapanku aku menjawab “Exacly” dan
akhirnya 9-10-2011 aku jadian denganya.
Dia
anak yang baik, pendiam, perhatian, cengeng, dan lugu, dan yang paling penting
aku adalah pacar pertamanya, dia cewe tercantik di lokalku, beruntung aku bisa
menjadi yang pertama, tapi sayangnya “iam made a mistake”, aku ngebuat dia
nangis, aku ngebuat dia bener-bener kecewa. Yang kufikirkan hanyalah kesenanganku
dan kegoisanku. Tapi aku juga gak tau harus gimana disaat yang bersamaan aku
dekat dengan hanist yang selalu menjadi perhatianku selama smp. Aku menjalin 2
hubungan.
Tapi
aku malah kehilangan keduanya. Hanist merasa bersalah dan mundur, kemudian
indah yang ngak bisa lagi ngemaafin aku. Klo lu jadi aku ngenes gak sih? Pastinya.
Apalagi itu datangnya karena kesalahan sendiri.
Mei
2012 aku pergi kelubuk pakam aku bertemu dengan bocah smp kelas IX yang lagi
menunggu masa kelulusanya. Aku baru kenal dua hari denganya iseng-iseng aku
nembak dia dan ternyata dia merespon. Tapi aku hanya seminggu disana,
selebihnya kami melanjutkan dengan Long Distence Range atau (LDR). Sempat 4
bulan mnjalani LDR yang awalnya iseng-iseng berubah jadi sayang beneran. Naasnya
aku ngak tau dapat kabar ini bener atau enggak seingatku kami baik-baik saja
jadi nggak mungkin juga ini berita bohong, aku dapat kabar kalo indah fadillah
mengalami kecelakaan dan kabarnya meninggal. Aku sempat gak percaya ku tanyakan
ke rani sahabatnya, kutanyakan orang tuanya yah jawabany tetep, aku berharap
berita itu gak bener, tapi aku pungak bisa melayat atau berkunjung karna saat
itu aku benar-benar terpuruk. Bahkan aku sempat menjual motor untuk membayar
kuliah. Aku sungguh shock dan sempat tak selera makan.
Aku
gak punya fotonya, dia juga belum punya akun facebook. Aku tidak menyimpan
apa-apa dari almarhum, aku seakarang sudah kehilangan kontak juga dari keluarga
dan kerabatnya. Untuk menghargainya aku menjaga perasaanku aku memutuskan tak
ingin berpacaran dulu. Dan sampai saat ini hari ini agustus 2014 tinggal
beberapa hari lagi genap 2 tahun beliau meninggal. selamat jalan sayangku indah
fadillah. Walaupun kita tak akan mungkin bertemu lagi Aku masih berharap berita
itu salah. Selamat jalan sayangku. Hari ini aku masih menjaga hatimu.
Yah
begitulah kisahku, aku senang aku bisa meluapkan emosiku hari ini lewat tulisan
ini. Terima kasih reader sudah mau berkunjung.