Search This Blog

Minggu, 17 April 2016

IBUKU KARTINIKU

By : Muhammad Fendi Sugiharto
 
    Bagi para lelaki, wanita adalah makhluk ciptaan allah yang tercipta untuk dilindungi oleh para kaum adam, keindahan alami yang dimiliki dan yang pada umumnya memang wanita tidaklah terlalu kuat jika  dibandingkan dengan para kaum laki-laki. Bagiku sendiri wanita itu ibaratkan sebuah perhiasan yang berharga dan benar-benar harus di jaga dan dirawat. tapi itu hanya pendapat awal saja, ketika aku mengingat seorang yang selalu duduk bersimpuh dan menyebutkan nama orang-orang yang ia sayangi dalam setiap do'anya di hadapan allah, aku menjadi berubah fikiran. Dia lah ibuku yang telah merubah paradigma berfikirku. Biarpun dia adalah seorang wanita (dengan tanpa mengabaikan peran seorang ayah) tapi beliaulah orang yang paling berjasa dalam hidupku. Beliaulah manusia yang menjaga ku di siang dan malamku disaat aku tak berdaya dan belum bisa melakukan apapun. Dia jugalah yang menyiapkan sarapanku, mengantar jemput sekolah saat aku masih kecil, dialah yang merangkulku disaat aku menangis, merawat bapaku, dan kami para anak-anaknya di saat sakit dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, dan bahkan dalam semua hal mungkin aku bapaku dan kakak juga adiku jikalau tanpa hadirnya sesosok seorang ibu mungkin kami tak bisa bertahan sampai sejauh ini, dan aku tak terbayangkan akan seperti apa aku tanpa beliau.
    Ibuku bernama Sumini Rahayu, Lahir di jombang 16 Juni 1966 beliau lahir dari keluarga yang kurang mampu, sejak kecil dia sudah hidup dalam keprihatinan, betapa tidak ibu kecilku dahulu tinggal bersama neneku dan kakeku juga kedelapan saudaranya. Dalam keadaan perekonomian yang selevel kelas bawah dan jumlah keluarga yang begitu besar tidaklah mudah bagi mereka untuk dapat hidup dengan kata cukup, bahkan untuk mengisi perut saja dapat sehari satu kali saja sudah bersyukur, Ibu kecilku tinggal di sebuah rumah berdinding cerkak, beratapkan gabah kering dan berlantaikan tanah yang di tinggikan, aku sendiri pernah tinggal disana 6 bulan lamanya dan aku masih ingat betapa sempitnya rumah itu jika mereka bersepuluh. Tetapi ibuku mengaku tidak pernah sedikitpun merasa menyesal bahkan ibuku sangat merindukan masa-masa saat berkumpul kakek dan neneku dan saudara-saudaranya.
    Ibuku hanyalah tamatan Sekolah Dasar di SDN II Cangkring Randu - Jombang yang juga merupakan tempat aku dahulu memulai Study ku di level Sekolah Dasar, Sedangkan Bapaku hanyalah tamatan SMP. Itulah mengapa ibuku sangat bersyukur begitupun aku, karena aku dan kakaku pernah merasakan bangku kuliah, hanya saja aku telah menyelesaikan studyku di Diploma III sedangkan kakaku tidak menuntaskan kuliahnya dan hanya sampai pada semester ketiga. Namun walau begitu beliau sudah sangat senang dan tak pernah berhenti bersyukur hanya karena melihat anaknya sudah melebihi pendidikan ibu dan bapaku. Hingga kini kehidupan ibuku belum juga dalam keaadaan yang cukup, kami hanyalah sebuah keluarga yang sederhana, dan moment sempurna kebahagianya hanyalah ketika kami dapat berkumpul bersama satu keluarga dan berbagi cerita satu sama lainya, walau tidak lagi sepuas dahulu, tapi waktu yang hanya sedikit kami luangkan untuk berkumpul itu sangat membuatnya bahagia. Ibuku adalah orang yang paling sabar yang pernah aku temui, ibuku memang bukan orang berkecukupan, tapi ketulusan dan jiwa besarnya untuk membangun keluarga yang harmonis itulah yang membuat aku merasa kaya dan bersyukur bahwa aku tidak terlahir dari rahim wanita lain.
    Belakangan ketika aku melihat anak pertama kakaku yang baru lahir berkulit yang merah mungil dan lucu, aku sering bertanya pada ibuku, "seperti apakah kami anak-anakmu dahulu? apakah aku nakal? apakah aku merepotkanmu? apakah aku pernah membuatmu menangis? apa engkau pernah merasa bangga pada kami? dan apakah engkau pernah menyesal melahirkan kami?"     Ibuku justru tersenyum sembari menceritakan betapa nakal dan merepotkanya saat aku masih kecil, ibuku bercerita tanpa ada rasa menyesal membersarkan aku walau hingga kini aku belum bisa memberikan apapun untuk bisa membuat ibuku tersenyum. baginya kebahagian anak-anaknya adalah yang nomor satu.
    Bagiku ibu adalah seorang pahlawan tanpa tanda jasa, dia yang menjaga dan merawat keluarganya tanpa mengharapkan imbalan apapun dari kami, dia adalah superheroku yang sudah melahirkan aku yang bangun di tengah malam disaat aku menangis, yang mendidiku dengan baik, dialah yang memarahi aku disaat aku bersalah. beliau pula yang mengenalkan aku dengan islam, beliau yang rela malu mencari pinjaman hanya untuk membayar biaya sekolah anaknya yang tanpa ia sadari hutangnya sudah bertumpuk, dan selalu berkata baik-baik saja pada anaknya. Ibuuuu... ibuu... haaeh, dia tak pernah mengeluhkan masalahnya padaku, dia hanya bertanya bagaimana aku, bagaimana kami, hubungan kami, apakah masih baik-baik saja. Haaaeh,,, Ibuuuu... Dialah sahabatku dimana aku hanya datang disaat aku berkeluh kesah disaat membutuhkanya saja, dan dialah orang yang selalu ada di saat aku membutuhkanya dissaat-saat terakhir, beliaulah yang selalu menelfonku dan menghawatirkan aku, beliaulah orang yang sering berbohong disaat aku lapar tanpa memperdulikan bahwa dia juga lapar dia membiarkan anaknya makan terlebih dahulu, dia yang bangun pagi diasaat kami masih terlelap dan bahkan tak jarang aku gondok karna ibuku telat menghidangkan masakan, beliau adalah segalanya definisinya tiada batas, dialah segalanya orang yang hanya mendambakan anaknya merdeka di masa depan kelak, dan perjuangan ku yang hingga saat ini tak sedikitpun luput dari setiap doa setulus hati seorang ibu, semoga suatu saat kelak aku bisa membuat segores kerutan senyum diwajahnya dan semoga kelak beliau di beri kesempatan untuk dapat melihat cucunya tumbuh dan merasakan hasil dari perjuangan anak-anaknya.
    Ibu maafkanlah aku yang sampai saat ini belum bisa membuatmu bahagia, sesungguhnya aku tak pernah bosan  mendengar nasihatmu, aku hanya ingin mendengar cerita bahagia yang kau alami dalam hari-harimu, aku hanya ingin engkau tidak terlalu memperdulikan dan menomor satukan anakmu yang sudah besar ini lagi, sehingga engkau mengabaikan kesehatanmu. karena aku juga tak bisa jika melihat ibu di rundung gelisah dan menahan keinginanya.
    Ibuuu... Aku tak bisa menulis sebagus buya hamka, aku tak pandai merangkai kata-kata indah seindah kalimat-kalimat mario teguh, tapi dalam kesempatan ini ingin kupersembahkan tulisan ini untuk ibuku tercinta, sebagai ungkapan rasa kagumku padamu, sebagai ungkapan dariku betapa aku sangat mencintaimu, menyayangimu dan sangat merindukanmu. Ibuuuuuu...  kaulah kartini di hatiku. kaulah superheroku, kaulah motivatorku, inspirasiku, dan segalanya yang istimewa adalah tentang ibu. Semoga semangat juangnya yang tak kenal kata lelah demi anak dan keluarganya dapat aku teruskan, dan kutularkan untuk generasi keturunanku, juga para pembaca.
    Selamat hari kartini ibu, tetaplah menjadi wanita yang kubanggakan.

 

Simpang Sollah-Tanah Putih, 17 April 2016, 03;26;10 WIB
Tema : Kisah Inspiratif seorang wanita
   

Senin, 11 April 2016

YA ALLAH

Ooh tuhan, wahai zat yang mengetahui segala isi hati,,,
dengarlah keluhku ini,
hamba sangat lemat dan tak dpat berbuat banyak, fikiran hamba kalut dan tak berkembang,
hari-hariku kulalui begitu saja umur ku kini sudah menginjak 23 tahun, sebuah ekspektasi dan pengharapan yang kubangun 17 tahun lamanya kini telah gugur sedikit demi sedikit, seiring bergantinya hari.
bukan aku tak ingin bersyukur dengan posisiku sekarang,
tetapi aku juga mempunyai sisa-sisa mimpi yang seharusnya masih bisa aku kejar.
ya allah dizaman hamba sekarang orang yang kaya semakin kaya, sedangkan orang yang miskin kelaparan, lapar prestasi lapar ilmu, lapar pekerjaan sehingga mereka semakin dekat dengan kematian ya allah.
Orang kaya bisa membeli pekerjaan untuk generasi penerusnya. dan generasi penerusnya hanya memikirkan bagaimana mereka akan bersenang-senang.
kasian mereka para pemuda yang berusaha dengan keringat mereka menantikan pekerjaan mereka, sungguh ini seperti pembunuhan perlahan karna kami yang berusaha kalah dengan mereka yang membeli.
ya allah manusia di zaman hamba terlalu mendewakan uang, sehingga hamba sendiri mau tak mau harus memiliki uang untuk dapat bertahan hidup.
bukan hamba tidak bersyukur atas apa yang hamba miliki ya allah,
saya merasa sangat kesulitan disini, waktu saya disini terbuang dan hasil saya bekerja pun tak sesuai dengan yang saya harapkan,
ya allah kabulkan lah impian hamba ya allah, hamba hanya ingin hidup dengan damai, dengan pekerjaan yang memang menjadi jodoh saya dan sesuai dengan saya,
ya allah sejujurnya ya allah sebelum hamba mendapatkanya hamba sangat takut melakukan sunnah rasulmu ya allah.
untuk itu ya allah, bantu hamba ya allah agar hamba tidak kalah dengan mereka para pembeli pekerjaan, dan bantulah hamba menemukan pekerjaan itu, hamba tau ini adalah ujianmu, tapi kepada siapa lagi hamba harus memohon, kepada siapa lagi hamba mengadu, dan kepada siapa lagi hamba meminta kalau bukan kepadamu ya allahu ya rabbi.
semoga tekanan ini adalah caramu untuk membuat hambamu bersifat tabah dan sabar.

Jumat, 25 Maret 2016

KEGALAUAN KARIRKU

kelemahan terbesarku adalah tidak bisanya aku menghilangkan gengsiku,
satu hal yang terfikirkan dibenaku adalah aku merupakan seorang sarjana dan tentunya seorang sarjana lebih mentereng di bandingkan dengan anak-anak lainya yang hanya lulusan SMA atau sederajatnya, tapi itu hanya anggapan kebanyakan seorang mahasiswa sebelum wisuda, dan setelah wisuda mereka memegang teguh gengsi mereka untuk tidak terjun ke pekerjaan yang selevel dengan anak tamatan SMA,, dan aku tidak memungkiri itu terjadi padaku,,, aku tahu itu adalah kesalahan terbesar,, pengangguran adalah jawaban dari keegoisan seorang mahasiswa sepertiku,
namun aku punya pemikiran lain,, saat aku kuliah banyak waktu kuhabiskan untuk bekerja ketimbang mencari tugas atau nongkrong bareng teman-temanku,,,
itu lah mengapa banyak orang yang percaya bahwa aku akan sukses di usia muda

Masa Kuliah
        Di mulai aku menjadi penjaga ponsel Bursa Celluler selama 4 bulan di gg fajar jalan soekarno-hatta milik pengusaha keturunan china bernama indonesia "Alex", yang kemudian satu tahun berikutnya kuhabiskan fokus untuk kuliah dan kulanjutkan aku bekerja dengan kontrak sebulan di Purnama Style di masa jeda kuliah, selepas masa libur kuliah itu barulah aku memulai perjalanan karir terpanjangku sejauh ini dengan menjaga rental playstation di Edward Playstation selama kurang lebih hampir 1 tahun, selepas itu aku kembali menganggur karna usahanya di alihkan menjadi bisnis lainya oleh pemiliknya,,, 6 bulan aku menganggur dan aku hanya seorang mahasiswa pengangguran yang pemalas yang banyak menghabiskan waktu dikamar,, sampai pada akhirnya aku menemukan titik jenuhku aku menerjuni dunia pembangunan selam kurang lebih 2 bulan lamanya,, yah lumayan kulit hitam smakin gosong namun pengalaman berharga aku dapatkan, selepas itu semester 4 berakhir dan aku di haruskan meninggalkan seluruh kegiatanku untuk fokus ke PKL kebetulan saat itu aku PKL di KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara & Lelang) selama 3 bulan,, ku habis kan waktu 6 bulan lagi untuk menyelesaikan laporan PKL ku yang kemudian aku kembali bekerja s3lama 4 bulan yang lagi-lagi di ponsel di jalan kamboja,, sembari aku menyelsaikan Tugas Akhirku aku mencari ongkos untuk membayar uang kuliah ku,,, tak terasa 4 bulan berlalu dan aku merasa sudah cukup siap untuk membuka usaha sendiri,,
     Disinilah banyak orang memprediksi aku akan menjadi orang sukses karna tekad ku bahkan dosenku juga ikut beranggapan demikian, namun siapa sangka itu justru membuat mentalku jatuh,
aku belum siap untuk memulai usaha sendiri aku bangkrut, kemudian aku mencoba bergabung dengan PT inti selama 1 bulan sembari terus menjalankan usaha ku tersebut,, justru keduanya amburadul,, aku memilih meninggalkan semuanya, rasa frustasiku ku fokuskan ke 2 minggu terakhir sebelum pendaftaran sidang berakhir,, yah itu adalah 2 minggu yang mengangkan, karna jika saja aku gagal aku akan menunggu 6 bulan lagi untuk wisuda,,

Pra-wisuda dan Setelahnya
    pada akhirnya 17 Oktober 2014 aku lulus sidang, dan sembari menunggu waktu wisudaku tanggal 29 November 2014 aku menyudahi usaha ku yang baru berjalan 2 bulan setengah dan menyudahi kerja sama dengan PT Inti sebagai admin, aku mencoba mencari-cari lowongan dari perusahaan satu ke perusahaan lainya, kulihat iklan di koran spanduk dan facebook, puluhan surat lamaran sudah tersebar, panggilan untuk test juga interview tak juga ku dapati.kutatapi handphone terus menerus berharap aku mendapat sms atau telfon dari perusahaan, dan akhirnya aku mendapti sms yg berbunyi dengan semangat aku membuka sms itu yang ternyata adalah pesan dari telkomsel yang sangat mengecewakan.
      sempat diterima di PT. Matahari Departemen Storedan aku hanya menjalani selama lima hari karna bertepatan hari keenamnya aku  sudah berada pada jadwal Wisuda dan aku memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan di sana.
      tentunya kemeriahan Wisuda menambah motivasi lebih, aku mulai kembali optimis melamar-lamar perusahaan kembali dengan ijazah D3 ku dan bukan lagi dengan ijazah SMA ataupun SKL, namun hanya beberapa hari setelah wisuda pesemisme kembali menghantui, panggilan test beberapa kali sempat datang dan ada juga yang sampai tahap interview namu berujung kegagalan, aku kecewa dan patah semangat.
      aku kemudian memutuskan menenangkan diri dirumah, tawaran pekerjaan datang namun kebanyakan adalah tawaran yang sudah lama menjadi ancang-ancangku bakal tidak akan ku jajaki yaitu menjadi sales dan juga seorang giri, terlebih di smp yang ada di desaku yang menggenaskan,, memang malang hidup ini terlalu tegas mengajariku, aku justru jatuh di lubang yang kuhindari,, berawal aku bekerja di dunia pendidikan di SDN 019 Tanjung sawit dengan akreditasi A, namun entah setan apa yang membuatku berpindah ke sekolah yang paling kuhaindari, yaitu SDN 029 Sumber Makmur dan SMP LPM,,, waw disini sangat kacau,, dengan para pengajar yang sederhana yang rata2 tamatan SMA dan tak memiliki pengalaman mengajar, aku jatuh untuk menangani keduanya,, aku terjebak cukup lama sekitar 6 bulan aku disana sampai akhirnya aku memutuskan untuk berhenti, dan mengganggur selam 5 bulan tanpa suatu hal pun yang bisa kulakukan, kecuali makan tidur, nonto, dan maen game sembari menunggu panggilan datang,,,

lamaran tentunya sudah kusebar dan jauh lebih2 banyak dari sebelumnya,, dari beberapa interview yang kujalani aku belajar dan belajar dari kesalahan, dan panggilan interview meyakinkan datang dari sebuah CV yang kurang jelas namanya di ingatanku, aku mengikuti permintaanya untuk mengikuti training di Duri yang ternyata sial disana aku di jadikan sales door to door.. aku bertahan 2 hari sampai akhirnya aku kabur permisi kabur...
 sungguh pengalaman yang menjengkelkan, dan pada akhirnya aku berada di penghujung kekecewaan frustasi, aku pun kembali menerjuni di dunia pertukangan dan 2 minggu di ponsel tanpa di gaji.
sungguh menyakitkan aku hampir nekat menjadi TKI,, namun orang tuaku berhasil meredam frustasiku,, dan sampailah sebelum penutupan tahun aku mendapat 2 panggilan interview yang menaikan semangatku,,
yaitu sebagai wartawan di sebuah PT majalah apalah kurang ingat aku, dan PT sumber Alfaria Trijaya Tbk,,

Melihat gengsi lebih berat ke alfamart, aku memilih alfamart, dan penghujung tahun 2015 tak berakhir begitu pahit, dan tepat 4 januari 2016 aku memulai training di alfamart.

Pengalaman Baru
bersambung....

Postingan Populer

Gallery

Follow us on FaceBook

Followers