Telah lama aku menyadari bahwa kasih sayangnya teramatlah sangat begitu tulus,
Perhatiannya, penantianya, semua hanya agar aku baik baik saja dan demi aku bahagia,
Tak ada sedikitpun hal dariku yang bisa hanya untuk sekedar membalas impas ketulusanya,
Bahkan baktiku padanya masih belum cukup ,
Karena dialah ibu ,definisinya tiada batas,
Dia adalah segalanya di dalam hidupku ,
bahagiaku adalah bahagianya ,dukaku adalah dukanya,
jasanya tiada terganti, bahkan beliau sangat bersyukur hanya karena mendengar aku lahir ke dunia dan dengan keadaan baik baik saja,
Bahkan kebahagian itu terus menerus bertambah seiring perkembangan pertumbuhanku , saat aku belajar merangkak, belajar berjalan, lulus sekolah hingga mendapatkan pekerjaan pekerjaan, semua tak luput dari perhatianya untuku ,
sementara, aku masih belum bisa memberikan bakti ku secara utuh , beliau masih saja repot memberikan tenaganya mempersiapkan pernikahanku ,
Ibu, bahkan sampai hati ini aku belum pernah mengucapkan terimakasih padamu, aku bahkan tak pernah mengatakan Bahwa aku sangat menyayangimu,,
bu, yg sesungguhnya engkau hanya senang melihat anakmu bahagia ,bukan karena alu sudah membahagiakanmu , aku bahkan belum pernah membahagiakanmu ,
Bu ,maafkan aku yg sangat munafik buk ,,
Saat itu aku ngotot ingin merantau, dan akhirnya baktiku terhalang jarak dan waktu ,,
Dan di saat aku menikah aku punya istri, lalu mempunyai anak, baktiku terbagi, aku tak lagi bisa memberikan bakti seutuhnya ,
Maafkan aku ibu ,sesungguhnya aku sangat mencintai mu menyayangi mu ,
Aku tau bahagiaku adalah bahagimu, tapi sekali lagi aku belum lah berbuat apa apa terhadapmu,
ku harap allah selalu melindungimu ibu, menjagamu, slagi aku masih belum mampu memberikan perhatianku sepenuhnya padamu .
Amin