Search This Blog

Rabu, 11 November 2015

SAAT FRUSTASI

Malam ini,
Sudah 3 bulan berlalu meninggalkan hari hariku yang tak pernah ku sangka aku akan menjadi bagian dari mereka, aku menikmatinya, tapi itu belum cukup, aku mempunyai ambisi lain, karena itu aku memutuskan mencari petualangan lain.

Namun entah ini hanya perasaanku atau memang itulah yang sebenernya terjadi, tapi aku merasa menjadi seperti pecundang, aku telah salah mengambil langkah. 

Aku berpisah dengan mereka meninggalkan kesan buruk, aku menyesalinya, aku membuat diriku sangat buruk ketika kelak aku berpikir ingin pulang,

Aku mengawali dengan satu sandiwara dan berlanjut dengan yang lainya dan akan seperti itu sampai yang sebenarnya terungkap.
Tidak hanya itu aku membuat kesalahan yang fatal, dan aku berpisah tanpa pertanggungjawaban, aku menyesal.

Singkatnya sekarang aku sudah melangkah kan kakiku keluar dari desaku, aku mencoba menantang potensiku keluar dari zona nyaman, uang saku 250 ribu ku jadikan modal berangkat ke kota ini,


aku mulai menyebar surat lamaranku, 
aku mulai dari tempat/gedung² elit, aku berfikir aku lulusan sarjana aku ingin mendapatkan pekerjaan yang layaknya seorang sarjana,

Sembari menunggu panggilan yang ku nanti nanti, aku bekerja part time, di salah satu ponsel dekat persimpangan yang menandai batas dari kota dan juga kabupaten lain, aku bekerja mulai dari mulai terbitnya sang bulan sampai terbitnya sang matahari.
Aku memasang mindset aku akan memaksimalkan waktu siangku.

Tak lama panggilan seleksi pun kuterima, di beberapa tempat aku lolos sampai tahap interview, menimbulkan sebuah harap yang besar, tinggal selangkah lagi aku akan bekerja, aku masih menunggu panggilan terakhir itu,

Namun hari hari berlalu begitu cepat dan panggilan yang sangat aku tunggu² tak kunjung ku dapatkan, harapanku yang sangat besar perlahan terkikis waktu, aku mulai murung dan lebih sering mendengarkan lagu iwan fals yang berjudul sarjana muda.

uang saku serta tabunganku mulai menipis ini membuat aku sangat kacau, aku cemas bukan main aku tak kunjung mendapatkan pekerjaan.

Aku memutuskan untuk tidak lagi bekerja part time, karna sangat melelahkan bekerja di malam hari dan membuat badanku terasa semakin layu. Terjaga sepanjang malam hanya membuatku tertidur hingga siang, dan harapanku memaksimalkan masa terbitnya matahari pun ku habiskan di kamar dengan istirahat yang melelahkan.


aku beruntung memiliki sohib yang mengerti situasi dan kondisi aq saat ini,
hanya dia yang sejak dulu bisa membantu aku disaat semua orang menjauh, 

Aku bahkan tidak terfikir kan oleh sosok seorang wanita, 
Aku menampik keberadaan mereka,
Aku merasa malu dengan kondisi ku saat ini,
Yang ku ingin kan hanya lah bekerja,
"Nanti saja, aku hanya ingin fokus" itu yang selalu ku ucap pada sohibku,

Aku sadar aku hanya menjadi beban bagi sohibku, aku tidak pernah membayar uang kos, makan pun satu hari sekali sudah sangat bersyukur.

Aku ingin pergi, aku malu pada diriku dan temanku yang terbebani,

Aku ingin pergi, kemanapun itu aku ingin pergi, tapi aku tidak punya apa-apa.
Aku sangat frustasi,

Aku malu terlihat lemah, aku malu terlihat selalu murung dalam kegagalan,
terlepas dari itu aku merasa hidupku sudah tak berguna dan tak diperlukan lagi, aku ingin mengakhiri kegilaan ini,, aku tak ingin merepotlan lagi,, aku harus pergi, aku ingin menghilang dari orang-orang yang ku kenal.

Apakah aku butuh motivasi yang tinggi,
Apakah tidak cukup kehancuranku ini untuk menjadi pemicu semangatku, ataukah alu harus hancur lebih dalam lagi agar bisa menjadi seperti tebu yang di peras untuk menghasilkan manis.

Aku harus bagaimana ya Allah, aku sungguh frustasi, aku sungguh tidak berdaya.
Berilah hamba kekuatan, mungkin memang sudah saatnya aku pergi, aku tidak boleh berakhir seperti ini, aku tidak boleh menyerah, aku tidak bisa mundur, aku sudah memutuskan keluar dari zona nyaman itu, aku harus menyelesaikan nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer

Gallery

Follow us on FaceBook

Followers